Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen

Sejarah Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen – Pentingnya Sistem Informasi Manajemen telah lama disadari oleh para ekonom guna meningkatkan kualitas dari keputusan yang diambil dalam sebuah bisnis. Namun baru pada akhir tahun 1950-an sampai awal tahun 1960-an antusiasme untuk memaksimalkan peranan Sistem Informasi Manajemen ini meningkat drastis, hal ini dikarenakan oleh teknologi komputer yang telah berkembang pesat. Pada sebuah konferensi IBM, seorang ekonom peternakan menyatakan bahwa:
“Kemajuan yang telah terjadi dalam peralatan dan metode menghitung memungkinkan untuk menentukan hubungan antara hasil akhir, waktu panen dan kondisi iklim selama musim tanam. Hubungan antara perspektif dan hasil aktual dan perubahan harga dapat dibentuk. Dengan informasi tersebut petani berada dalam posisi yang baik untuk membuat keputusan tentang prediksi dengan tingkat kepastian yang tinggi di pertengahan musim mengenai hasil dan pendapatan pada saat panen. “
Pernyataan ini, dibuat pada tahun 1963, yang mencerminkan optimisme yang tinngi dengan adanya Sistem Informasi Manajemen. Meskipun ada banyak antusiasme yang berkaitan dengan Sistem Informasi Manajemen, pada dasarnya mereka berkonsentrasi pada kegiatan akuntansi dan catatan produksi. Sistem Informasi Manajemen dianggap sebagai landasan lainnya untuk meningkatkan perkembangan bisnis mereka dari sisi keputusan yang diambil berdasarkan informasi yang dihasilkan oleh Sistem Informasi Manjemen. Pada pertengahan tahun 1960-an terlihat jelas bahwa sistem akuntansi yang cukup efektif dalam penyediaan informasi deskriptif dan diagnostik tetapi mereka tidak memiliki kapasitas untuk memberikan informasi prediksi dan preskriptif. Dengan demikian, pendekatan baru diperlukan yaitu metode melakukan perencanaan ke depan dengan Sistem Informasi Manajemen yang berorientasi pada informasi manajemen.

Pengertian Sistem Informasi Manajemen

Sistem adalah data yang diolah menjadi informasi dengan bantuan sistem. Sebuah sistem terdiri dari input, proses, output dan umpan balik atau kontrol. Jadi jika dilihat dari sisi sistem, Sistem Informasi manajemen berarti sistem untuk pengolahan data dalam rangka untuk memberikan informasi yang tepat kepada manajemen untuk melakukan fungsinya.
Informasi, pada Sistem Informasi Manajemen berarti data olahan yang membantu manajemen dalam perencanaan, pengendalian dan operasi. Data berarti semua fakta yang timbul dari operasi yang dijalankan. Data kemudian catat, diolah, dibandingkan dan akhirnya disampaikan kepada manajemen dalam bentuk laporan Sistem Informasi Manajemen.
Manajemen meliputi perencanaan, pengendalian, dan administrasi operasi yang dijalankan. Manajemen puncak menangani perencanaan, manajemen menengah berkonsentrasi pada pengendalian, dan manajemen yang lebih rendah berkaitan dengan administrasi. Berdasarkan uraian diatas Sistem Informasi Manajemen dapat disimpulkan bahwa:
Sistem Informasi Manajemen adalah ilmu yang mempelajari orang, teknologi, organisasi, dan hubungan di antara mereka guna membuat perencanaan bisnis dan memecahkan masalah-masalah bisnis dengan memanfaatkan hal-hal tersebut. Sistem Informasi Manajemen berfokus pada pengelolaan sistem informasi untuk memberikan efisiensi dan efektivitas dalam pengambilan keputusan strategis. Konsep Sistem Informasi Manajemen dapat mencakup sistem pemrosesan transaksi, sistem pendukung keputusan, sistem pakar, atau sistem informasi eksekutif. Istilah ini sering digunakan dalam studi akademis bisnis dan memiliki hubungan dengan daerah lain, seperti sistem informasi, teknologi informasi, informatika, e-commerce dan ilmu komputer.
Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen

Tujuan Sistem Informasi Manajemen

Tujuan dari Sistem Informasi Manajemen adalah untuk menerapkan struktur organisasi dan dinamika perusahaan untuk tujuan mengelola organisasi dengan cara yang lebih baik dan menangkap potensi sistem informasi untuk keunggulan yang kompetitif.
Berikut ini adalah tujuan dasar dari sebuah Sistem Informasi Manajemen:
  • Menangkap Data: Menangkap data kontekstual, atau informasi operasional yang akan berkontribusi dalam pengambilan keputusan dari berbagai sumber internal dan eksternal organisasi.
  • Pengolahan Data: Data yang didapat akan diolah menjadi informasi yang diperlukan untuk perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, memimpin dan mengendalikan fungsi pada tingkat strategis, taktis dan operasional. pengolahan data berarti:
    • Membuat perhitungan dengan data
    • Menyortir data yang
    • Mengklasifikasikan data dan
    • Merangkum data
  • Penyimpanan Informasi: informasi atau data yang diolah harus disimpan untuk digunakan di masa depan.
  • Information Retrieval: Sistem harus dapat mengambil informasi ini dari penyimpanan bila diperlukan oleh berbagai penggunanya.
  • Informasi Perbanyakan: informasi atau produk jadi dari Sistem Informasi Manajemen harus diedarkan ke para penggunanya berkala menggunakan jaringan organisasi.

Ruang Lingkup Sistem Informasi Manajemen

Gambar dibwah ini menunjukkan ruang lingkup sistem informasi manajemen
Ruang Lingkup Sistem Informasi Manajemen
Ruang Lingkup Sistem Informasi Manajemen


Fungsi Sistem Informasi Manajemen

Terdapat banyak fungsi dari suatu Sistem Informasi Manajemen, namun fungsi utama yang diharapkan yaitu:
  • Sebagai informasi dasar bagi pihak manajemen untuk membuat perencanaan, pengimplemetasian dan pengawasan.
  • Sebagai informasi dasar untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas
  • Sebagai salah satu dasar dalam meningkatkan SDM
  • Sebagai salah satu dasar dalam pengembangan bisnis 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *