Sejarah Ekonomi

Sejarah Ekonomi

Sejarah Ekonomi – Ekonomi adalah ilmu yang menyangkut diri individu dengan ekonominya, dari bagaimana masyarakat memproduksi barang dan jasa, sampai bagaimana mereka mengkonsumsinya. Ekonomi telah mempengaruhi keuangan dunia. Banyak sudut-sudut dari ekonomi yang menjadi bagian penting dalam sejarah ekonomi dan merupakan bagian penting dari kehidupan kita sehari-hari. Asumsi dan pendapat-pendapat ahli telah menjadikan ekonomi berubah secara drastis sepanjang sejarahnya. Pada artikel ini, kita akan melihat sejarah dan pemeran utama dalam perkembangan ekonomi dunia.

Dasar-Dasar Ekonomi

Bapak Ekonomi
Adam Smith secara luas dinobatkan dan diakui sebagai pencipta atau penemu ilmu dalam bidang ekonomi, Ia terinspirasi oleh penulis Perancis, yang tulisannya berisi berbagi kebenciannya tentang merkantilisme. Bahkan, studi metodis pertama bagaimana ekonomi bekerja, dilakukan oleh orang physiocrats Perancis. Smith mengambil banyak ide-ide dari mereka dan dikembangkan menjadi sebuah tesis tentang bagaimana ekonomi harus bekerja dalam praktiknya. Smith percaya bahwa kompetisi adalah mengatur diri sendiri dalam pasar dan bahwa pemerintah harus mengambil bagiannya dalam dunia ekonomi ini melalui tarif, pajak atau cara lain, dan menetapkan aturan-aturan yang harus ditaati oleh pelaku ekonomi untuk melindungi persaingan pasar bebas.

Adam Smith Bapak Ekonomi
Adam Smith Bapak Ekonomi

Sejarah Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro

Ekonomi dibagi antara analisis tentang bagaimana perekonomian secara keseluruhan bekerja dan bagaimana satu pasar berfungsi. Dalam pandangan Ekonom, dunia ekonomi bagai terbelah menjadi dua bagian. Ada yang disebut dengan bagian ekonomi makro dan pada bagian lainnya terdapat ekonomi mikro. Ekonomi makro merupakan gambaran besar, yang peduli dengan keadaan perekonomian secara keseluruhan. Dalam konteks ini eknomi makro mempelajari hal-hal seperti pekerjaan, produk domestik bruto, tingkat inflasi dan juga meperdebatkan kebijakan pemerintah. Disisi lain eknomi mikro mendukung eknomi makro secara langsung dari tingkat bawah yang kegiatannya berkaitan dengan bagaimana penawaran dan permintaan berinteraksi di pasar secara individu untuk barang dan jasa.
Dalam ekonomi makro, yang menjadi subjek biasanya adalah bagaimana semua pasar secara global berinteraksi untuk menghasilkan fenomena besar dalam dunia ekonomi yang disebut dengan variabel agregat. Dalam ranah ekonomi mikro, yang menjadi objek analisis adalah pasar tunggal, misalnya apakah kenaikan harga di industri otomotif atau minyak didorong oleh pasokan atau perubahan permintaan. Dalam pandangan yang lebih luas, objek ekonomi makro mengambil peran penting yang didunia pemerintah, misalnya, pemerintah mempelajari perannya dalam memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan atau memerangi inflasi. Ekonomi makro sering meluas ke ranah internasional karena pasar domestik yang terkait dengan pasar luar negeri melalui arus perdagangan, investasi, dan modal. Namun demikian, ekonomi mikro juga tidak bisa dikatakan tidak memiliki peran dalam perdagangan internasional. Hal yang harus diingat bahwa pasar tunggal (ekonomi mikro) memiliki sumbangsih dalam perdagangan yang melintas batas negara untuk memasuki persaingan pasar secara global. Contoh untuk hal ini yaitu bisnis minyak bumi yang telah menjadi kebutuhan pasar internasional.

Kenapa Memecah Ekonomi ke Dalam Dua Bagian ?
Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro. Dari akhir abad ke-18 sampai tahun 1930-an, ekonomi masih dianggap sebagai studi tentang bagaimana masyarakat mengatur produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa. Namun setelahnya, penelitian lebih mendalam dilakukan oleh ahli ekonomi, seperti Adam Smith yang kemudian dinobatkan sebagai bapak Ekonomi. Meskipun kenyataannya para ulamalah yang telah melakukan pengamatan ekonomi jauh sebelum Smith menulis buku “The Wealth of Nations” pada tahun 1776. Gagasan Smith bahwa memaksimalkan potensi ekonomi seseorang untuk dirinya sendiri dan untuk memberikan hasil terbaik secara keseluruhan kepada masyarakat menajdi salah satu gagasan yang paling menarik dalam ilmu sosial. Teori ekonomi berkembang jauh setelah ide-ide Smith yang dituangkan dalam “The Wealth of Nations”. Tapi pada saat itu tidak ada pemisahan dalam dunia ekonomi menjadi dua bagian yaitu ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro. Ekonom secara implisit mengasumsikan bahwa pasar secara otomatis berada di titik ekuilibrium sehingga harga akan menyesuaikan diri untuk menyamakan penawaran dan permintaan. Dikemudian hari dunia ekonomi runtuh secara global karena pemikiran prematur ekonom diatas. Perubahan besar terjadi, ekonom tidak menyadari bahwa titik ekuilibrium tidak secara otomatis terbentuk. Mereka kemudian mempelajari siklus ekonomi secara teratur. Ekonom juga mempelajari uang dan perannya dalam perekonomian. Tapi ekonom saat itu tidak bisa menjelaskan kenapa titik equilibrium tidak terbentuk secara otomatis. Pemikiran ekonom berorientasi pada paradigma pasar klasik pasar yaitu titik ekuilibrium ada secara otomatis.
Jika Adam Smith adalah bapak ekonomi, maka John Maynard Keynes adalah pendiri ekonomi makro. Meskipun beberapa dari pengertian ekonomi makro modern berakar dalam karya ulama seperti Irving Fisher dan Knut Wicksell di abad ke-20 akhir abad 19 dan awal, ekonomi makro sebagai disiplin yang berbeda dimulai dengan karya Keynes, The General Theory of Employment, Interest and Money, pada tahun 1936. Perhatian utamanya adalah ketidakstabilan variabel agregat. Sedangkan ekonomi awal berkonsentrasi pada keseimbangan di pasar individu, Keynes memperkenalkan secara serentak pertimbangan keseimbangan dalam tiga set yang saling terkait dari pasar, barang, tenaga kerja, dan keuangan. Dia juga memperkenalkan “ekonomi disequilibrium,” yang merupakan studi eksplisit keberangkatan dari ekuilibrium umum. Pendekatannya diambil oleh ekonom terkemuka lainnya dan berkembang pesat menjadi apa yang sekarang dikenal sebagai ekonomi makro.

Inkosistensi dan saling melengkapi
Ekonomi mikro didasarkan pada model konsumen atau perusahaan (yang disebut ekonom agen) yang membuat keputusan tentang apa yang harus dibeli, dijual, atau dengan menghasilkan asumsi bahwa keputusan-keputusan yang diambil mengakibatkan terjadinya titik equibrilium pasar yang sempurna (demand sama dengan supply) dan kondisi ideal lainnya.

Hari ini dua bidang ekonomi hidup berdampingan dan saling melengkapi. Ekonomi mikro, dalam pemeriksaan atas perilaku konsumen secara individu dan perusahaan, dibagi ke dalam teori permintaan konsumen, teori produksi (juga disebut teori perusahaan), dan topik terkait seperti sifat persaingan pasar, kesejahteraan ekonomi, peran informasi yang tidak sempurna dalam ekonomi, dan pada tingkat abstrak yaitu ekuilibrium umum, yang berkaitan secara bersamaan dengan banyak pasar. Dalam analisis ekonomi, ditekankan tentang pentingnya memberikan perhatian yang lebih pada ekonomi mikro. Ini menyangkut isu-isu seperti efek upah minimum, pajak, dukungan harga, atau monopoli pada pasar individu dan hal-hal lainnya. Perhatian spesial terhadap ekonomi mikro diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap ekonomi secara keseluruhan. Secara sederhana analisis ekonomi mikro menawarkan wawasan dalam upaya yang berbeda seperti membuat keputusan bisnis atau merumuskan kebijakan publik. Ekonomi makro lebih global. Ekonomi makro menggambarkan hubungan antara agregat yang begitu besar dan menjadi kesulitan bagi pemerintah dan pelaku ekonomi lain dalam menganalisisnya. Harus di garis bawahi bahwa penting analisis ekonomi makro seperti mengerti akan pendapatan nasional, tabungan, dan tingkat harga keseluruhan. Tujuannya hanya satu, yaitu menciptakan ekonomi menjadi lebih baik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *