Pengertian Rasio Efisiensi

Pengertian Rasio Efisiensi

Pengertian Rasio Efisiensi – Rasio efisiensi juga disebut rasio aktivitas yang berguna untuk mengukur seberapa baik perusahaan dalam memanfaatkan aset mereka untuk menghasilkan pendapatan. Rasio efisiensi menekankan pada waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk mengumpulkan uang dari pelanggan dan juga waktu yang dibutuhkan untuk mengkonversi persediaan dan produk-produk mereka menjadi kas. Rasio ini digunakan oleh manajemen untuk membantu meningkatkan kinerja perusahaan dalam menghasilkan perputaran persediaan dan produk-produk mereka lainnya.
Hasil perhitungan rasio efisiensi ini dapat dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lain yang bergerak dibidang yang sama. Beberapa rasio efisiensi secara umum adalah rasio perputaran piutang, perputaran aktiva tetap, penjualan untuk persediaan, penjualan untuk modal kerja bersih, hutang untuk penjualan dan rasio perputaran saham.

Jenis-Jenis Rasio Efisiensi

Berikut adalah pembahasan dari masing-masing rasio efisiensi yang paling umum:


Rasio Perputaran Piutang (Rasio Efisiensi)
Rasio perputaran piutang adalah salah satu jenis rasio efisiensi yang mengukur seberapa sering perusahaan dapat menagih hutangnya dari pelanggan. Dengan kata lain, rasio perputaran piutang adalah rasio yang memberikan hasil mengenai kemampuan perusahaan dalam mengelola piutangnya dalam satu periode. Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan dalam melakukan penjualan kredit.
 

Rumus Rasio Perputaran Piutang (Rasio Efisiensi)

Rumus Rasio Perputaran Piutang
Rumus Rasio Perputaran Piutang

Alasan penjualan kredit bersih yang digunakan sebagai pengganti penjualan bersih pada rumus yang digunakan untuk perhitungan rasio perputaran piutang adalah karena penjualan tunai tidak menciptakan piutang. Oleh sebab itu penting untuk memastikan bahwa perputaran piutang harus benar-benar berjalan dengan baik karena rasio perputaran piutang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola piutangnya dengan harapan aktifitas operasional perusahaan dalam berjalan sebagaimana mestinya dan dapat memaksimalkan profitabilitas.

Rasio Modal Kerja (Rasio Efisiensi)
Rasio modal kerja, juga disebut rasio saat ini, adalah rasio likuiditas yang mengukur kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya dengan aktiva lancar. Rasio modal kerja penting untuk kreditur karena menunjukkan likuiditas perusahaan.
Pengelolaan kewajiban lancar dengan baik berarti bahwa kewajibannya dapat dibayar dengan aktiva lancar seperti kas, setara kas, dan surat berharga lain. Hal ini karena aset-aset ini dapat dikonversi menjadi uang tunai lebih cepat dari aktiva tetap. Semakin cepat aset dapat dikonversi menjadi uang tunai, semakin besar kemungkinan perusahaan dapat melunasi kewajibannya dalam waktu yang relatif singkat.
Alasan rasio ini disebut rasio modal kerja berasal dari perhitungan modal kerja. Ketika aktiva lancar melebihi kewajiban lancar, perusahaan memiliki modal yang cukup untuk menjalankan operasi sehari-harinya. Dengan kata lain, perusahaan memiliki modal yang cukup untuk bekerja. Rasio modal kerja mengubah perhitungan modal kerja menjadi perbandingan antara aktiva lancar dan kewajiban lancar.
 
Rumus Rasio Modal Kerja (Rasio Efisiensi)
Rumus Rasio Modal Kerja
Rumus Rasio Modal Kerja
Rasio Perputaran Aktiva (Rasio Efisiensi)
Rasio perputaran aktiva adalah dalah satu jenis rasio efisiensi yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan penjualan dari aset dengan membandingkan penjualan bersih dengan total aset rata-rata. Dengan kata lain, rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan dapat menggunakan asetnya untuk menghasilkan penjualan. Rasio perputaran total aset menghitung penjualan bersih sebagai persentase aset untuk menunjukkan berapa banyak penjualan yang dihasilkan dari setiap aset perusahaan.
 
Rumus Rasio Perputaran Aktiva (Rasio Efisiensi)
Rumus Rasio Perputaran Aset
Rumus Rasio Perputaran Aset
Oleh karena rasio perputaran piutang ini mengukur seberapa efisien suatu perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan penjualan, maka perusahaan dengan rasio perputaran aset yang tinggi hampir dapat dipastikan memiliki kondisi keuangan yang baik.
Rasio Perputaran Persediaan (Rasio Efisiensi)
Rasio perputaran persediaan adalah salah satu jenis rasio efisiensi yang menunjukkan seberapa efektif persediaan dikelola dengan membandingkan harga pokok penjualan dengan rata-rata persediaan untuk suatu periode. Rasio perputaran persediaan ini mengukur berapa kali rata-rata persediaan berubah atau dijual selama periode. Rasio ini penting karena total omset tergantung pada dua komponen utama yaitu pembelian dan penjualan. Rasio perputaran persediaan penting dalam sebuah aktivitas operasional perusahaan karena hasil dari perhitungan rasio ini dapat dijadikan dasar dalam melakukan pembelian persediaan. Komponen selanjutnya adalah penjualan, penting untuk diketahui bahwa penjualan haruslah seimbang dengan pembeliaan persediaa. Hal ini tentu demi efisiensi biaya-biaya yang mungkin ditimbulkan akibat jumlah persediaan yang terlalu banyak jika tidak diambil keputusan yang tepat dalam melakukan pembelian.
Rumus Rasio Perputaran Persediaan (Rasio Efisiensi)
Rumus Rasio Perputaran Persediaan
Rumus Rasio Perputaran Persediaan
Perputaran persediaan adalah ukuran dari seberapa efisien perusahaan dapat mengontrol barang dagangan, sehingga sangat penting untuk memiliki perputaran persediaan yang tinggi. Hal ini menunjukkan perusahaan tidak mengeluarkan terlalu banyak uang dengan membeli terlalu banyak persediaan dan menyimpan persediaan yang tidak laku sehingga dapat menambah biaya perawatan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *