Pengertian PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan)

Pengertian PSAK

Pengertian PSAK – PSAK adalah singkatan dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang merupakan suatu standar yang di buat oleh IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) sebagai pedoman dalam menyusun sebuah laporan keuangan di indonesia sehingga diharapkan laporan keuangan yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaaFn yang ada di Indonesia dapat dibandingkan, dapat dipertanggungjawabkan dan dapat digunakan oleh penggunanya. Dengan kata lain PSAK dapat kita artikan sebagai aturan-aturan yang telah disusun dan disepakati bersama oleh pakar akuntansi untuk dapat diterapkan dalam dunia akuntansi atau bisnis sehingga laporan keuangan yang dihasilkan akan seragam dan dapat dibandingkan.
Pengertian PSAK
Pengertian PSAK

Sejarah PSAK di Indonesia

Pendekatan Indonesia untuk mengadopsi IFRS adalah untuk mempertahankan dan mengembangkan PSAK sebagai standar akuntansi yang secara nasional diterapkan diseluruh Indonesia. Saat ini tidak ada rencana untuk mengadopsi sepenuhnya aturan-aturan yang telah diterapkan dalam IFRS melaikan dengan menyesuaikan standar yang ada dalam IFRS dengan kebutuhan standar akuntansi keuangan yang ada di Indonesia yaitu PSAK. Indonesia berusaha untuk meminimalkan perbedaan yang signifikan antara PSAK dan IFRS secara bertahap. Sejak 2012, standar PSAK yang diterapkan di Indonesia didasarkan pada penyesuaian-penyesuaian dari satndar dari IFRS yang telah disesuaikan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Saat ini, IAI berkomitmen untuk menjaga dan menyesuaikan perbedaan PSAK dengan IFRS agar tidak terdapat perbedaan yang signifikan sampai Indonesia bisa memutuskan kapan akan mengadopsi IFRS sepenuhnya.

Baca Juga Pengertian IFRS

Sejarah PSAK
Sejarah PSAK

Perkembangan Akuntansi di Indonesia

Pada masa awal berdirinya IAI sampai periode tahun 1973, IAI belum membuat standar akuntansi sebagai pedoman dalam membuat laporan keuangan di Indonesia. Dalam pengembangan standar akuntansi keuangan di Indonesia, setidaknya ada 3 (tiga) tonggak akuntansi di Indonesia, yaitu:
Dengan mengaktifkan pasar modal pada tahun 1973.
Merupakan kali pertama bagi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) melakukan modofikasi prinsip dan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia dalam buku “Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI),” yang terdiri dari 99 halaman dan dua halaman istilah yang telah disetujui oleh IAI pada kongres ketiga yang diadakan pada tanggal 2 Desember 1973. Sejak saat  itu IAI memiliki seorang akuntan profesional sehubungan dengan pedoman profesional mereka untuk menyajikan laporan keuangan. Seiring dengan pesatnya pertumbuhan bisnis di Indonesia, dipicu oleh perkembangan pasar modal, pada kongres ke-4 dari IAI pada bulan Desember tanggal 25-26 tahun 1982, Komisi Prinsip Akuntansi Indonesia memberikan saran untuk meningkatkan Prinsip Akuntansi Indonesia.
 
Dewan IAI pusat menyetujui Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 (PAI 1984)
Atas saran di atas, pada tanggal 22 Desember 1984 dewan mengesahkan pusat IAI dengan Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI 1984) sebagai standar akuntansi yang diterapkan di Indonesia, yang terdiri dari 53 halaman dan dua halaman istilah. Standar ini berlaku efektif untuk laporan keuangan yang berakhir pada 31 Desember 1985. Melihat isi dari kedua struktur PAI tetap sama, yaitu untuk membahas prinsip-prinsip, konsep dasar dan keterbatasan akuntansi keuangan, pelaporan keuangan, pendapatan dan beban, aset, kewajiban (utang) dan modal. Elemental Neraca dan Laporan Laba Rugi dibahas secara umum, dalam PAI pada tahun 1984, prinsip-prinsip yang diuraikan lebih tajam meskipun dilihat dari jumlah halaman yang dihasilkan dalam standar akuntansi terbilang sedikit. Namun, bukan berarti PAI pada tahun 1984 jauh lebih sederhana tapi karena ditulis dengan huruf dan ruang yang lebih kecil sehingga tampak tidak memuat banyak standar didalamnya.
IAI telah kembali merevisi PAI 1984 dan menjadi standar yang dituangkan dalam buku “Standar Akuntansi Keuangan (SAK atau GAAP Indonesia)” pada 1 Oktober 1994. Pengembangan standar akuntansi ketiga dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat bisnis dan akuntansi profesi untuk mengikuti dan mengantisipasi perkembangan yang terjadi di Indonesia dan internasional. Sejak tahun 1994, IAI juga telah dirumuskan untuk disesuaikan dengan standar akuntansi internasional dalam pengembangan standar akuntansi. Pilihan untuk mengacu pada standar akuntansi internasional yang merupakan konsekuensi dari pengungkapan akuntansi profesi Indonesia dalam menghadapi globalisasi. Sejak tahun 1994, PAI diubah menjadi Standar Akuntansi Keuangan (SAK – GAAP Indonesia). Standar baru ini dinilai memberikan perubahan dan perbaikan dalam dunia akuntansi di Indonesia. Banyak hal berubah secara dramatis, dilihat dari paradigma, terminologi, dan presentasi. IAI membuat keputusan berani pada tahun 1994 yang mencakup Pengembangan Akuntansi Strategi 1994-2000 yaitu:
  1. IAI mendukung harmonisasi aturan akuntansi seperti yang direkomendasikan oleh Komite Standar Akuntansi Internasional (IASC).
  2. Sebagai wujud nyata dari komitmen yang akan menerapkan karya IASC di Indonesia, IAI menerapka Kerangka Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan yang berisi konsep-konsep yang membentuk dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan berdasarkan pedoman dari IASC.
  3. Mengubah PAI ke dalam SAK dengan berisi pernyataan sesuai dengan objek dan subjek. Sejak penerbitan Standar Akuntansi Keuangan (SAK – GAAP Indonesia) pada tahun 1994, IAI terus melakukan revisi secara berkelanjutan, baik meningkatkan standar yang ada, menambahkan standar baru, dan interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Proses revisi telah dilakukan 3 (tiga) kali, yaitu pada tanggal 1 Oktober 1995, 1 Juni 1999 dan 2007, IAI kembali melakukan perbaikan pada Standar Akuntansi Keuangan dan mulai dengan menyesuaikan Standar akuntansi yang ada di Indonesia dengan Standar Pelaporan Keuangan Internasional ( IFRS). Sampai saat ini, banyak revisi yang telah dibuat oleh IAI dalam konteks globalisasi dan penerapan IFRS.
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) berisi konsep-konsep yang menjadi dasar dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan di Indonesia, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (IPSAK). PSAK ini adalah pedoman utama untuk Akuntan dan Akuntan Publik yang terkatih di Indonesia dalam menjalankan profesinya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *