Pengertian Manajemen Risiko

Apa Itu Manajemen Risiko

Pengertian Manajemen Risiko Risiko tidaklah selalu menakutkan, risiko penting untuk kemajuan, dan kegagalan dari meminimalisir risiko merupakan bagian penting dari pembelajaran. Tapi kita harus belajar untuk menyeimbangkan kemungkinan konsekuensi negatif dari risiko terhadap potensi manfaat peluang yang terkait.
 

Risiko adalah potensi bahaya yang mungkin akan timbul dimasa depan dari beberapa tindakan seperti, pembengkakan biaya, jumlah hutang tak terkontrol, potensi yang kurang dikembangkan, investasi, yang bukan hanya akan menyebabkan kerugian keuangan secara langsung, tetapi juga bisa menjadi penyebab kerugian dalam hal kredibilitas, bisnis masa depan, dan kehilangan harta atau kehidupan.
Manajemen risiko adalah serangkaian langkah-langkah yang tujuannya adalah untuk mengidentifikasi, mempelajari, dan menghilangkan atau meminimalisir risiko sebelum mereka menjadi ancaman nyata bagi kelangsungan sebuah usahaAncaman risiko bisa berasal dari berbagai hal, termasuk ketidakpastian keuangan, kewajiban hukum, kesalahan manajemen strategis, kecelakaan, bencana alam dan ancaman keamanan dari segi teknologi informasi (TI).

Praktik Manajemen Risiko

Proses manajemen risiko dapat dibagi ke dalam dua tahap yang saling berkaitan yaitu penilaian risiko dan pengendalian risiko. Pada tahap penilaian risiko, tindakannya meliputi identifikasi risiko, analisis risiko, dan memilih risiko prioritas. Selanjutnya tahap pengendalian risiko melibatkan perencanaan risiko, peringanan risiko, dan pemantauan risiko. Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Siklus Manajemen Risiko
Siklus Manajemen Risiko
1. Identifikasi Risiko
Pada langkah identifikasi risiko, tim identifikasi mengidentifikasi sebanyak mungkin risiko dari bisnis yang akan dijalankan. Diatntara risiko-risiko tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini, hal ini membantu untuk memahami berbagai jenis risiko sehingga tim dapat mengeksplorasi kemungkinan masing-masing risiko.

Risiko Generik
Risiko Produk Spesifik
Risiko Proyek
Risiko Produk
Risiko Bisnis
Faktor yang perlu dipertimbangkan:
Orang, ukuran, proses, teknologi, alat, organisasi, manajerial, pelanggan, estimasi, penjualan, dukungan
Risiko generik berpotensi menjadi ancaman terhadap software yang digunakan dalam suatu bisnis. Beberapa contoh risiko generik adalah terdapat masalah pada software yang digunakan, software tidak berelasi secara baik dengan kebutuhan output, terdapat malware pada software perusahaan. Dianjurkan untuk pengembangan organisasi agar menyimpan check list dari jenis risiko generik ini. Tim kemudian dapat menilai sejauh mana risiko ini merupakan faktor penyebab untuk proyek mereka.
Risiko produk khusus dapat dibedakan dengan risiko generik karena mereka hanya dapat diidentifikasi oleh orang-orang dengan pemahaman yang jelas tentang teknologi. Contoh dari risiko produk khusus adalah ketersediaan jaringan yang kompleks yang diperlukan untuk pengujian. 
Dibawah risiko generik dan risiko produk khusus terdapat 3 risiko lagi yaitu risiko proyek, risiko produk, dan risiko bisnis. Risisko proyek adalah mereka yang mempengaruhi jadwal proyek atau sumber (Personel atau anggaran) yang disediakan untuk proyek. Risiko produk adalah mereka yang mempengaruhi kualitas atau kinerja dari perangkat lunak yang dikembangkan. Dan risiko bisnis adalah mereka yang menjadi ancaman bagi kelangsungan perangkat lunak, seperti tidak ada keinginan untuk membangun produk yang lebih, atau membangun produk lebih cocok dengan strategi bisnis perusahaan secara keseluruhan. 
2. Analisis
Setelah risiko diidentifikasi, langkah berikutnya adalah analisis risiko. Melalui analisis risiko, kita mengubah risiko yang telah diidentifikasi dengan pengambilan keputusan. Pada gilirannya selanjutnya, setiap risiko dibuat penilaian tentang probabilitas dan keseriusan dari ancaman risiko tersebut. Untuk setiap risiko, tim harus melakukan hal berikut: 
Menilai kemungkinan kerugian yang terjadi dari beberapa risiko yang sangat mungkin terjadi. Membangun dan memanfaatkan skala yang mencerminkan kemungkinan sebuah resiko. Misalnya berdasarkan kategori, seperti: sangat mustahil, mustahil, kemungkinan, atau sering. Dalam menggunkaan kategori ini, tim harus menetapkan probabilitas untuk setiap risiko dengan tidak mengesampingkan nilai kualitatif (misal sangat mustahil = 10 persen, mustahil = 25 persen). 
Menilai dampak kerugian jika suatu risiko terjadi, menggambarkan konsekuensi risiko, dan memperkirakan dampak dari risiko tersebut. Mirip dengan pembahasan probabilitas di atas, tim dapat memilih untuk menetapkan angka moneter nilai dengan besarnya kerugian dari risiko yang diprediksikan akan terjadi.
3. Prioritas
Setelah risiko dianalisis,  tim memprioritaskan risiko dengan peringkat mereka. Hal ini dijadikan dasar untuk mengambil keputusan apakah perlu atau tidak mengambil tindakan untuk meminimalisir risiko tersebut.
4. Perencanaan
Rencana manajemen risiko harus dikembangkan untuk masing-masing risiko yang diprioritaskan sehingga tindakan proaktif dapat berlangsung.
5. Meminimalisir
Terkait dengan meminimalisir risiko, tim mengembangkan strategi untuk mengurangi kemungkinan atau dampak dari risiko. Meminimalisir risiko menghasilkan situasi di mana item risiko dapat dikurangi dampaknya atau bahkan dieliminasi atau diselesaikan.
6. Pemantauan
Setelah risiko diidentifikasi, dianalisis, dan diprioritaskan, dan tindakan ditetapkan, hal penting selanjutnya adalah tim secara teratur memonitor kemajuan dari dampak risiko yang dapat di minimalisir dan mengambil tindakan korektif bila diperlukan.  
7. Pengkomunikasian
Komunikasi yang efektif antara manajemen, tim pengembangan, pemasaran, pelanggan dan perwakilan tentang risiko proyek sangatlah penting untuk efektifitas dalam pengelolaan risiko. Komunikasi ini memungkinkan untuk mendapat informasi sebagai landasan manajemen risiko yang efektif.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *