Pengertian IFRS

Pengertian IFRS

Pengertian IFRS – IFRS adalah singkatan dari International Financial Accounting Standard yaitu suatu standar akuntansi yang dikembangkan dan dikelola oleh Dewan Standar Akuntansi Internasional (Dewan) dengan tujuan standar tersebut diterapkan dalam praktik akuntansi secara global dan konsisten sehingga memberikan informasi yang relevan dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan untuk memudahkan investor dan pengguna laporan keuangan lainnya untuk menganalisa dan membandingkan kinerja keuangan suatu perusahaan publik dengan perusahaan lainnya. IFRS digunakan di seluruh dunia kecuali di Amerika Serikat yang menggunkaan standar GAAP (Generally accepted accounting principles). Standar IFRS sekarang diamanatkan untuk digunakan oleh lebih dari 100 negara, termasuk Uni Eropa dan lebih dari dua pertiga dari negara-negara yang termasuk kedalam anggota G20. G20 dan organisasi internasional lainnya telah konsisten mendukung pekerjaan Dewan dan misinya dalam menetapkan standar akuntansi secara global.
IFRS
IFRS
 
Sejarah IFRS
 
IFRS berasal dari Uni Eropa, dengan tujuan membuat dunia bisnis khususnya dalam bidang akuntansi memiliki standar dalam pelaporan keuangan. Ide untuk membuat suatu standar akuntansi cepat menyebar secara global. Meskipun tidak semua negara menggunakan IFRS, namun secara global IFRS telah diadopsi oleh banyak negara yang tersebar di seluruh dunia. Khusus untuk Amerika Serikat, negara yang satu ini tidak atau belum mengadopsi IFRS karena mereka masih melihat standar akuntansi yang mereka punya yaitu GAAP. sebagai “standar emas”. Namun demikian ada urgensi untuk Amerika Serikat untuk mengadopsi IFRS sebagai standar akuntansi yang digunakan karena pertumbuhan di pasar keuangan global, perdagangan global, akuisisi perusahaan oleh AS untuk perusahaan yang berada diluar AS yang telah menggunakan IFRS sebagai satandar akuntansi. Saat ini, sekitar 120 negara menggunakan IFRS sebagai standarnya dengan menyesuaikan atau memodifikasi standar IFRS sesuai dengan kondisi negera tersebut. Dan sekitar 90 negara mengadopsi IFRS tanpa mengubah apapun tentang peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh IFRS. IFRS dipelihara oleh IFRS Foundation. Misi dari IFRS Foundation adalah untuk membawa transparansi, akuntabilitas dan efisiensi untuk pasar keuangan di seluruh dunia.
Persyaratan Standar IFRS
 
IFRS mencakup kedalam berbagai kegiatan akuntansi. Ada aspek-aspek tertentu dari praktek bisnis yang menetapkan aturan tertentu yang berasal dari IFRS. Aturan-aturan tersebut diantaranya adalah:
  1. Laporan Posisi Keuangan: Laporan ini juga dikenal sebagai neraca. IFRS mempengaruhi cara di mana komponen neraca dilaporkan artinya ada aturan-aturan yang ditetapkan oleh IFRS dalam penyajian laporan neraca.
  2. Laporan Laba Rugi Komprehensif: Laporan ini memberikan satu pernyataan tentang laporan laba rugi perusahaan.
  3. Laporan Perubahan Ekuitas: laporan ini juga dikenal sebagai laporan laba ditahan, laporan ini mendokumentasikan perubahan perusahaan laba atau keuntungan untuk satu periode keuangan.
  4. Laporan Arus Kas: Laporan ini merangkum transaksi keuangan perusahaan dalam periode tertentu, memisahkan arus kas dalam operasi, investasi, dan pembiayaan.

 

Selain laporan tersebut diatas, sebuah perusahaan juga harus memberikan laporan mengenai kebijakan akuntansi yang mereka gunakan. Laporan ini disajikan secara lengkap dengan laporan-laporan tersebut diatas.

Perbedaan IFRS Dengan GAAP

Ada perbedaan dasar antara IFRS dengan Generally accepted accounting principles (GAAP) yang mempengaruhi cara rasio keuangan dihitung. Misalnya, IFRS tidak seketat GAAP dalam mendefinisikan pendapatan dan menekankan perusahaan untuk melaporkan pendapatan lebih cepat, sehingga akibatnya, laporan neraca yang menggunakan GAAP mungkin akan menunjukkan jumlah pendapatan yang lebih tinggi dari yang sebenarnya. IFRS juga memiliki kebijakan yang berbeda untuk biaya; misalnya, jika sebuah perusahaan menghabiskan uang untuk pengembangan usaha atau investasi untuk masa depan, tidak perlu harus dilaporkan sebagai beban (dapat dikapitalisasi) namun dalam prinsip GAAP tidak demikian.
Perbedaan IFRS Dengan GAAP
Perbedaan IFRS Dengan GAAP
Perbedaan lain antara IFRS dan GAAP adalah spesifikasi dari persediaan untuk cara pencatatan. Dalam IFRS ada dua cara untuk mencatatan persediaan, Firs In Firs Out (FIFO), dan Last In Firs Out (LIFO). FIFO berarti bahwa persediaan terbaru yang dibeli merupakan persediaan terakhir yang digukana untuk dijual. LIFO berarti bahwa persediaan terbaru yang dibeli merupakan persediaan pertama yang digunakan untuk dijual. IFRS melarang LIFO, sedangkan standar Amerika (GAAP) dan standar-standar lain-lain memungkinkan penggunanya untuk menggunakan secara bebas dalam hal pencatatan persediaan ini.

Tujuan IFRS

Tujuan IFRS adalah untuk membuat perbandingan laporan keuangan internasional menjadi mudah. Namun hal ini belum terealisasi sepenuhnya mengingat belum semua negara mengadopsi IFRS sebagai stardar yang mereka gunakan. Misalnya, standar GAAP yang diterapkan di AS berbeda dengan standar GAAP yang diterapkan Kanada. Sinkronisasi standar akuntansi di seluruh dunia adalah proses yang berkelanjutan di masyarakat akuntansi internasional, sehingga diharapkan suatu saat semua negara menggunakan standar akuntansi yang sama.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *