Pengertian Emiten

Pengertian Emiten

Pengertian Emiten – Didalam pasar modal, jenis yang paling umum dari surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan adalah saham, obligasi, wesel, surat utang, tagihan dan instrumen keuangan lainnya. Emiten merupakan salah satu istilah yang ada didalam pasar modal.

Pengertian Emiten
Pengertian Emiten

Emiten Adalah perusahaan yang menerbitkan saham, obligasi dan intrumen keuangan lainnya yang diedarkan secara luas kepada masyarakat. Namun tidak semua perusahaan dapat disebut dengan emiten, hal ini karena ada juga perusahaan-perusahaan yang bersifat tertutup dan tidak memperdagangkan saham dan instrumen keuangannya kepada publik. Perusahaan jenis ini tentu bukan emiten. Emiten mungkin adalah sebuah perusahaan, namun pemerintah dann lembaga-lembaga lainnya yang menerbitkan intrumen keuangan mereka untuk diperdagangkan secara luas juga dapat disebut dengan emiten.

Emiten secara hukum bertanggung jawab untuk sekuritas yang diterbitkan. Dalam rangka memenuhi kewajiban hukum emiten ke investor, emiten harus mengikuti standar pelaporan yang ketat yang ditetapkan oleh regulator. Emiten diharuskan memberi laporan keuangan secara triwulan, kuartal maupun tahunan.

Emiten Vs Investor

Seperti yang disebutkan diatas bahwa emiten merupakan pihak yang menerbitkan istrumen keuangan yang mereka miliki untuk dapat diperdagangkan ke publik. Sedangkan pihak yang membeli intrumen keuangan yang dikeluarkan tersebut disebut juga dengan investor. Dalam beberapa kasus, investor juga disebut sebagai pemberi pinjaman. Jika investor membeli instrumen keuangan obligasi berarti investor merupakan pihak yang meminjamkan uangnya kepada perusahaan dengan perjanjian akan dilunasi secara berkala oleh perusahaan yang menjual obligasi dan dengan perjanjian akan diberikan imbalan bunga kepada investor sebagai pihak yang membeli obligasi.

Baca Juga Pengertian Obligasi Lengkap

Perbedaan Emiten dengan Perusahaan Non Emiten

Ada banyak perbedaan antara perusahaan dengan status emiten dengan perusahaan yang bersifat tertutup atau non-emiten. Diantara perbedaan-perbedaan tersebuut diantaranya terletak pada peraturan yang dittetapkan oleh pemerintah ataupun dari praktiknya.

Salah satu keuntungan perusahaan yang berstatus sebagai emiten adalah dapat dengan mudah mencari tambahan modal dengan mengeluarkan intrumen keuangannya kepada publik. Hal ini tentu berbeda dengan perusahaan yang bersifat non-emiten. Perusahaan dengan status bukan emiten tidak mengeluarkan intrumen keuangannya untuk diperdagangkan secara luas. Perusahaan yang bukan emiten ini biasanya mengharapkan modal dari pemilik perusahaan atau lembaga yang memilikinya.

Pengertian Emiten
Emiten VS Non Emiten

Namun disisi lain perusahaan dengan label emiten harus tunduk dan patuh terhadap tegulasi yang ditetapkan oleh bursa efek. Sementara perusahaan yang bukan emiten tidak terlalu ketat pengawasannya yang dilakukan oleh bursa efek.

Selain perbedaan diatas, perbedaan-perbedaan lainnya antara emiten dengan perusahaan bukan emiten dalam prkatik bisnisnya juga dapat dilihat dibawah ini.

  1. Saham perusahaan bukan emiten jarang diperdagangkan, bahkan hampir bisa dipastikan tidak pernah.
  2. Perusahaan bukan emiten jarang mengambil kebijakan untuk membagikan dividen pada akhir tahun. Hal ini terjadi karena mayoritas pemegang saham merupakan direksi pada perusahaan tersebut. Sebaliknya perusahaan dengan status emiten hampir bisa dipastikan selalu membagikan dividen kepada pemegang saham jika kondisi keuangan perusahaan dalam posisi mendapat keuntungan.
  3. Dalam perusahaan bukan emiten, posisi direktur lebih dari sekedar karyawan yang dibayar untuk menjalankan bisnis tersebut. Hal ini karena bisnis yang dikelola oleh mereka merupakan bisnis dengan modal yang bersumber dari rekening pribadi mereka. Sementara direksi perusahaan dengan status emiten tidak lebih dari karyawan yang dibayar untuk menjalankan suatu bisnis.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *