Pengertian Ekonomi Makro

Pengertian Ekonomi Makro

Pengertian Ekonomi Makro – Kata ‘makro’ berasal dari bahasa Yunani yaitu Makros yang berarti ‘besar’. Sedangkan ekonomi adalah ilmu sosial yang mempelajari produksi dan konsumsi barang dan jasa di suatu negara, daerah atau pada skala global. Secara umum, Ekonomi Makro dapat diartikan sebagai suatu studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Dalam hal ini ekonomi makro mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi produk domestik bruto (PDB), inflasi dan pengangguran dalam suatu perekonomian. Ekonomi makro juga mempelajari bagaimana pemerintah daerah dan nasional dapat menggunakan kebijakan ekonomi makro dengan baik untuk mempengaruhi variabel-variabel ekonomi dan mengendalikan keadaan ekonomi. Secara lebih spesifik, ekonomi makro adalah studi tentang perilaku pelaku ekonomi yaitu mengenai bagaimana individu mengalokasikan waktu mereka, pendapatan dan kekayaan mereka sebagai peluang untuk menghasilkan ekonomi atau pendapatan dari tenaga kerja, rekreasi, konsumsi, dan tabungan secara global. Disisi lain, ekonomi makro juga berkaitan dengan isu-isu ekonomi yang melibatkan kinerja ekonomi secara keseluruhan. Ekonomi makro tidak secara implisit menangani perilaku agen ekonomi atau individu dalam arti bahwa hasil secara nasional dalam konteks ekonomi adalah tujuannya.

Pengertian Ekonomi Makro
Pengertian Ekonomi Makro
Pembahasan Ekonomi Makro
Ekonomi makro mempelajari dan membahas beberapa hal penting secara global, adapun hal-hal tersebut diantaranya adalah:
  1. Permintaan dan penawaran secara global
  2. PDB
  3. Inflasi dan deflasi
  4. Kebijakan fiskal dan moneter
  5. Lapangan kerja dan tingkat pengangguran
  6. Defisit anggaran
  7. Siklus bisnis

Fungsi Ekonomi Makro

  1. Ekonomi makro membantu untuk memahami fungsi dari sistem ekonomi modern yang rumit. Ekonomi makro menggambarkan bagaimana perekonomian sebagai fungsi keseluruhan dan bagaimana tingkat pendapatan dan lapangan kerja nasional ditentukan atas dasar permintaan dan penawaran.
  2. Ekonomi makro membantu untuk mencapai tujuan pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih tinggi dari PDB dan ke tingkat yang lebih tinggi dari pekerjaan. Ekonomi makro menganalisis kekuatan-kekuatan yang menentukan pertumbuhan ekonomi suatu negara dan menjelaskan bagaimana strategi suatu negara untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dan mempertahankannya.
  3. Ekonomi makro membantu untuk membawa stabilitas di tingkat harga dan analisis fluktuasi dari kegiatan bisnis. Ekonomi makro menunjukkan langkah-langkah yang harus diambil sebagai suatu kebijakan untuk mengendalikan inflasi dan deflasi.
  4. ekonomi makro menjelaskan faktor-faktor yang menentukan neraca pembayaran. Pada saat yang sama, ekonomi makro mengidentifikasi penyebab defisit neraca pembayaran dan memberikan gambaran mengenai langkah-langkah perbaikan.
  5. Ekonomi makro membantu untuk memecahkan masalah ekonomi seperti kemiskinan, pengangguran, siklus bisnis, dll, yang solusinya adalah mungkin hanya tersedia di tingkat ekonomi makro saja, yaitu pada tingkat ekonomi secara keseluruhan.
  6. Dengan pengetahuan rinci tentang fungsi ekonomi makro, memungkinkan untuk merumuskan kebijakan ekonomi yang benar dan juga mengkoordinasikan kebijakan ekonomi internasional.
  7. Terakhir, harus diakui bahwa teori ekonomi makro telah menyelamatkan kita dari bahaya penerapan teori ekonomi mikro terhadap masalah-masalah ekonomi secara keseluruhan.
Fungsi Ekonomi Makro
Fungsi Ekonomi Makro

Perbedaan Ekonomi Makro dan Mikro

Tabel berikut menggambarkan perbedaan ekonomi makro dengan ekonomi mikro secara singkat:

    Keterangan
    Ekonomi Makro
    Ekonomi Mikro
    Defenisi
    Ekonomi makro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang berhubungan dengan kinerja, struktur, perilaku, dan pengambilan keputusan ekonomi secara keseluruhan.
    Ekonomi mikro adalah cabang dari ekonomi yang berkaitan dengan perilaku entitas individual.
    Dasar
    Dasar ekonomi makro adalah eknomi makro itu sendiri secara keseluruhan.
    Dasar ekonomi mikro terdiri dari entitas individu.
    Konsep dasar
    Pengeluaran dan pendapatan, pengangguran, inflasi dan deflasi.
    hubungan preferensi, penawaran dan permintaan, serta biaya kesempatan.
    Aplikasi atau indikator ekonomi
    Digunakan untuk menentukan kodisi ekonomi secara keseluruhan, dan sebagai dasar untuk perbaikan secara global.
    Digunakan untuk menentukan metode perbaikan untuk entitas bisnis individu.
    Karir
    Ekonom umum, profesor, peneliti, penasihat keuangan.
    Ekonom umum, pelaku ekonomi, pelaku pasar.
    Berikut ini kupasan lebih mendalam mengenai perbedaan ekonomi makro dan mikro diatas
    Defenisi Ekonomi Makro
    Ekonomi makro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang melihat ekonomi dalam arti luas dan berhubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi perekonomian nasional, regional, maupun secara global.

    Defenisi Ekonomi Micro
    Ekonomi mikro membahas ekonomi pada skala yang lebih kecil dan berhubungan dengan entitas tertentu seperti bisnis, rumah tangga dan individu.

    Konsep dasar ekonomi makro
    Ekonomi makro meliputi berbagai konsep dan variabel yang terkait dengan ekonomi pada umumnya, tetapi ada tiga topik utama dalam penelitian mengenai ekonomi makro. teori ekonomi makro biasanya berhubungan fenomena output, pengangguran, dan inflasi.
    Output dan Penghasilan
    Output nasional adalah nilai total dari segala sesuatu yang dihasilkan oleh negara dalam jangka waktu tertentu. Segala sesuatu disini adalah segala jenis barang dan jasa yang diproduksi dan dijual sehingga menghasilkan pendapatan. Oleh karena itu, output dan pendapatan biasanya dianggap setara dan tidak terpisahkan antara satu dengan yang lainnya. Output dapat diukur sebagai total pendapatan, atau dapat dilihat dari sisi produksi dan diukur sebagai total nilai barang dan jasa akhir atau jumlah dari semua nilai tambah dalam perekonomian. Output ekonomi makro biasanya diukur dengan Produk Domestik Bruto (PDB) atau salah satu indikator ekonomi lainnya. Dalam perekonomian secara makro, ekonom tertarik pada kenaikan jangka panjang dalam pertumbuhan ekonomi. kenaikan ekonomi makro ini dapat dilihat dari sisi kemajuan teknologi, akumulasi mesin dan modal lainnya, serta tingkat pendidikan sumber daya manusia (SDM) yang mengarah kepada peningkatan dan memberikan efek pada meningkatnya output ekonomi dari waktu ke waktu. Namun, kemajuan ekonomi makro tidak selalu terjadi seperti keinginan pemerintah oleh sebab itu ekonom harus mencari kebijakan ekonomi makro untuk mencegah ekonomi tergelincir ke dalam resesi dan menyebabkan penurunan dan perlambatan pertumbuhan jangka panjang.
    Pengangguran
    Pengangguran dalam ekonomi makro diukur dengan tingkat pengangguran dan ketersedian lapangan kerja secara keseluruhan dalam persentase. Pengangguran disini dihitung dari jumlah calon pekerja yang sedang mencari pekerjaan. Pekerja yang telah pensiun, atau tidak berniat mencari pekerjaan tidak termasuk kedalam perhitungan tingkat pengangguran. Pengangguran secara umum dapat dibagi menjadi beberapa jenis yang berkaitan dengan penyebab yang berbeda. Pertama pengangguran klasik, jenis pengangguran ini terjadi ketika upah terlalu tinggi bagi pengusaha sehingga mereka tidak ingin atau tidak bersedia untuk menambah lebih banyak pekerja meski mereka membutuhkannya. Selanjutnya pengangguran friksional, pengangguran ini terjadi ketika lowongan pekerjaan yang sesuai untuk seorang pekerja ada, tetapi lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mencari dan menemukan pekerjaan tersebut menyebabkan mereka mengarah ke kategori pengangguran dalam periode mereka sedang mencari pekerjaan. Terakhir pengangguran struktural, pengangguran ini mencakup berbagai kemungkinan mengenai penyebab pengangguran, pengangguran ini disebabkan karena ketidakcocokan antara keterampilan pekerja dan keterampilan yang dibutuhkan untuk pekerjaan yang tersedia, Sehingga nereka masuk kedalam kategori pengangguran struktural.
    Inflasi dan Deflasi
    Ekonom mengukur perubahan harga dengan indeks harga. Inflasi (kenaikan harga secara umum di seluruh bidang ekonomi) terjadi ketika ekonomi makro tumbuh terlalu cepat dalam hal ini terjadi kenaikan jumlah permintaan secara global. Inflasi dapat menyebabkan peningkatan harga secara tidak pasti dan konsekuensi negatif lainnya. Demikian pula, jika ekonomi menurun yang akan menyebabkan deflasi, atau penurunan secara cepat menyangkut harga. Kondisi deflasi terjadi jika jumlah penawaran meningkat secara global sementara permintaan tidak.

    Konsep ekonomi mikro dasar
    Ekonomi mikro juga mencakup berbagai konsep dan variabel namu konsep dan variabelnya menyangkut dengan individu, rumah tangga atau bisnis. Ekonomi mikro mempunyai tiga fokus utama yaitu hubungan preferensi, penawaran dan permintaan, serta biaya kesempatan.

    Hubungan preferensi
    Hubungan preferensi didefinisikan sebagai seperangkat pilihan yang berbeda yang dapat dibuat dan ditawarkan oleh suatu entitas. Preferensi ini merujuk kepada asumsi yang berkaitan dengan kemampuan suatu entitas dalam memesan beberapa alternatif, berdasarkan tingkat kepuasan, atau keperluan konsumen jika produk utama yang diminta tidak tersedia. Contoh terbaik adalah ketika pasar tidak bisa menyediakan kopi maka jauh hari sebelumnya mereka sudah menyiapkan teh sebagai pilihan alternatif. Hubungan ini menekankan pentingnya pilihan lain yang serupa dalam ekonomi mikro yang ditawarkan sehingga tidak terjadi inflasi secara besar.
    Penawaran dan permintaan
    Dalam ekonomi mikro, penawaran dan permintaan adalah sumber dari terbentuknya suatu harga untuk sebuah produk di pasar. Dalam hal permintaan dan penawaran dipasar yang kompetitif, harga satuan untuk barang tertentu akan bervariasi sampai berada pada titik di mana kuantitas dan kualitas yang diminta oleh konsumen (dalam satuan harga) akan sama dengan kuantitas dan kualitas yang ditawarkan oleh produsen (dalam satuan harga), sehingga terbentuk keseimbangan ekonomi untuk harga dan kuantitas atau dengan kata lain mencapai titik temu harga untuk suatu barang.
    Kemungkinan biaya
    Biaya kesempatan dari suatu kegiatan (atau barang) adalah sama dengan penggunaan biaya untuk pilihan alternatif barang lainnya. Biaya peluang merupakan salah satu cara untuk mengukur biaya dari suatu barang. Lebih mudahnya kemungkinan biaya ini dapat diartikan sebagai jumlah biaya yang rncananya akan digunakan untuk mendapatkan sebuah produk dialihkan untuk membeli produk lainnya yang memiliki spesifikasi yang sama atau bahkan lebih dengan biaya yang lebih murah.

    Aplikasi atau indikator ekonomi makro
    Ekonomi makro biasanya digunakan untuk menentukan kesehatan ekonomi suatu negara dengan membandingkan Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara dan total output atau pengeluaran. PDB adalah total nilai semua barang dan jasa akhir yang dihasilkan dalam suatu perekonomian secara global dalam suatu negara untuk jangka waktu tertentu. Jadi, ekonomi makro dianggap masuk kedalam kondisi yang lebih baik ketika rasio PDB untuk biaya lebih tinggi, yang berarti bahwa negara tersebut melakukan ekspor lebih banyak dari pada impor. Ukuran lain yang digunakan adalah PDB per kapita, yaitu pengukuran nilai semua barang dan jasa dan dibagi dengan jumlah pelaku ekonomi atau penduduk suatu negara sehingga mendapatkan nilai pendapatan rata-rata untuk seorang warga negara tersebut. Pendapatan per kapita ini digunakan untuk menentukan standar hidup (pendapatan per warga negara) dan tingkat pembangunan ekonomi di suatu negara, di mana standar hidup akan lebih tinggi dan pembangunan ekonomi akan lebih besar dengan syarat warna negara lebih banyak melakukan produksi dari pada konsumsi. Misalnya, AS dan China memiliki PDB yang sama secara keseluruhan, akan tetapi AS memiliki PDB yang jauh lebih baik untuk pendapatan per kapitanya karena warga negara yang lebih sedikit dibandingkan dengan China.

    Aplikasi atau indikator ekonomi mikro
    Sementara ekonomi mikro dalam konteks aplikasi atau indikator digunakan untuk menentukan pertemuan harga terbaik untuk suatu produk dengan menghasilkan pendapatan maksimum. Ekonomi mikro juga dapat dianggap sebagai alat untuk meningkatkan ekonomi makro jika perdapatan dapat dimasksimalkan dalam suatu pasar.
    Karir
    Ekonomi makro menekankan tentang penelitian dan penganalisisan data ekonomi nasional dan global. Ekonomi makro mengumpulkan informasi ekonomi dari studi yang panjang, survei dan statistik sejarah, dan menggunakannya untuk membuat prediksi dalam perekonomian atau bahkan menawarkan solusi untuk masalah ekonomi makro yang diprediksi akan terjadi. Aspek tertentu dari ekonomi makro yaitu seperti pembuatan dan distribusi bahan baku, tingkat kemiskinan, inflasi, atau keberhasilan perdagangan yang juga merupakan fokus utama bagi ekonomi makro.
    Ekonomi mikro fokus pada industri tertentu atau bisnis. Seorang ekonom yang berapa pada tingkat ekonomi mikro hanya melakukan penelitian menyeluruh pada masalah keuangan dari suatu bisnis, bukan secara global.
    Pendidikan
    Ekonomi makro dan ekonomi mikro dalam dunia perguruan tinggi, umumnya mewajibkan bagi pelajarnya untuk mempelajari ekonomi secara keseluruhan bukan hanya mengenai ekonomi makro atau ekonomi mikro saja. Dan pada akhirnya individulah yang akan menentukan fokusnya apakah masuk kedalam eknomi makro atau ekonomi mikro setelah mempelajari ekonomi secara keseluruhan.
    Perbedaan-perbedaan diatas merupakan kerangka ekonomi yang sangat dasar dimana ekonomi makro menganalisis mengenai keadaan ekonomi secara keseluruhan dan ekonomi mikro mendukungnya dengan kegiatan-kegiatan ekonomi mikro yang mengedepankan situasi pasar yang kompetitif.

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *