Pengertian Akuntansi Syariah

Akuntansi Syariah

Dalam beberapa tahun terakhir, standar akuntansi syariah telah berkembang secara pesat. Hal ini dikarenakan oleh penggunanya standar akuntansi seperti SAK, GAAP, atau IFRS dianggap tidak mengatur sepenuhnya dalam beberapa kasus menyangkut akuntansi syariah. Standar akuntansi yang ada pada umumnya disusun dengan acuan dari akuntansi secara konvensional. Sebagai contohnya, dalam akuntansi syariah ada larangan mengenai bunga bank dan mungkin mengenai bunga bank ini tidak diatur sepenuhnya dalam standar akuntansi yang telah ada dalam beberapa tahun terakhir.
Akuntansi adalah proses pengidentifikasian, pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran dan pengkomunikasian informasi tersebut sehingga menjadi sebuah laporan keuangan, sedangkan syariah berarti aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Allah untuk umat manusia agar dijalankan dengan baik. Berdasarkan uraian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa:
Pengertian Akuntansi SyariahAkuntansi Syariah adalah proses akuntansi yang memberikan informasi secara tepat dan akurat tidak hanya mengenai data keuangan tapi juga mengenai informasi-informasi lainnya kepada penggunanya baik dari pihak intern ataupun ekstern yang memungkinkan mereka untuk memastikan bahwa akuntansi yang dijalankan sesuai dengan batas-batas syariah islam dan memastikan bahwa entitas tersebut menuju ke arah yang lebih baik dari sisi tujuan ekonominya. Akuntansi islam juga merupakan alat yang memungkinkan pemakainya untuk mengevaluasi akuntabilitas mereka kepada Tuhannya, masyarakat dan lingkungannya. Pengertian Akuntansi Syariah lebih luas pembahasan dan defenisinya jika dibandingkan dengan akuntansi konvensional yang hanya fokus pada identifikasi, pencatatan, penggolongan, dan mengkomunikasikannya sampai menjadi sebuah informasi keuangan bagi penggunanya.
Akuntansi Syariah
Akuntansi Syariah

Tujuan Akuntansi

  • Tujuan Akuntansi Syariah adalah untuk memungkinkan penggunanya memastikan bahwa organisasi-organisasi yang menganut prinsip akuntansi syariah menjalankan akuntansi syariah sesuai dengan batasan-batasan yang telah ditentukan. Pada tingkat dasar, organisasi-organisasi yang menganut prinsip akuntansi syariah ditekankan agar mematuhi dan menjalankan prinsip akuntansi syariah yang tujuannya tidak jauh berbeda dengan akuntansi konvensional. 
  • Tujuan Akuntansi Konvensional adalah memberikan informasi bagi penggunanya sebagai dasar untuk membuat keputusan.
Pada akuntansi secara umum atau konvensional siklus akuntansi lebih sering diartikan sebagai identifikasi transaksi dan peristiwa-peristiwa yang menyangkut dengan kegiatan ekonomi. Sedangkan dalam akuntansi syariah ditekankan juga untuk mengidentifikasi peristiwa sosial ekonomi dan agama. Namun demikian prinsip akuntansi syariah juga tidak mengesampingkan keinginan untuk meraih keuntungan dalam ornagisasi yang berorientasi pada profit. Hal ini karena prinsip akuntansi syariah tidak hanya mencakup tentang ekonomi tapi juga menyangkut tanggungjawabnya terhadap lingkungan, agama, dan kehidupan sosial. Akuntansi syariah tidak hanya memberikan informasi bagi pihak yang berkepentingan namun juga melayani kehidupan sosial secara keseluruhan dalam hal tanggung jawab perusahaan atas tindakan yang diambil dengan dasar akuntansi syariah yang dianut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *