Pengertian Akuntansi Biaya

Akuntansi Biaya

Pengertian Akuntansi Biaya – Akuntansi biaya adalah metode dan proses pelacakan biaya-biaya yang melekat dalam sebuah produk yang akan diproduksi. Sebuah sistem akuntansi biaya adalah serangkaian catatan pabrik yang tepat dan akurat yang disesuaikan dengan skema umum organisasi pabrik, yang memungkinkan perusahaan untuk memastikan biaya produksi dari sebuah barang dan unsur-unsur biaya yang terdapat dalam produksi sebuah produk tersebut.
Pentingnya Akuntansi Biaya
Catatan yang akurat dan efisien cukup penting untuk bisnis seperti sistem akuntansi yang digunakan dalam perusahaan manufaktur. Dalam setiap bisnis besar dan sukses, departemen akuntansi biaya dipandang sebagai salah satu faktor yang paling penting dari keberhasilan. Semakin besar operasi, semakin besar perhatian yang harus diberikan dalam usaha mempertahankan sistem akuntansi yang memadai, efektif dan efesien. Hal ini terutama berlaku dalam usaha manufaktur.
Di antara rekening akuntansi sebuah perusahaan manufaktur, tidak ada yang lebih penting dari rekening yang menunjukkan biaya produksinya. Dari rekening ini pihak perusahaan dapat menganalisis bagaimana, mengapa dan kemana pengeluaran pabrik dialokasikan untuk menilai apakah mereka normal atau berlebihan dalam sebuah produksi. Jika berlebihan, mereka diharapkan menemukan penyebab dan mengurangi pengeluaran yang berlebihan tersebut secara cerdas. Selain itu, mereka menyediakan dasar-dasar biaya produksi untuk memperbaiki harga jual, dengan demikian perusahaan akan kembali kedalam jalur persaingan yang menguntungkan dengan kompetitornya.
Akuntansi Biaya
Akuntansi Biaya

Perbedaan Antara Biaya dan Akuntansi Komersial

Akuntansi biaya adalah cabang atau pengembangan dari akuntansi umum atau komersial. Meskipun metode dan prosedur dalam pencatatan akuntansi biaya berbeda dengan akuntansi secara umum, namun akuntansi biaya tersebut tetaplah bersifat rincian dari akun yang ada di dalam buku-buku pencatatan umum lainnya. Secara ringkas perbedaannya dapat dipahami seperti ini, akuntansi biaya merupakan turunan dari akuntansi komersial yang memuat rincian tentang biaya-biaya dari sebuah operasi perusahaan. Dalam sebuah bisnis, akun-akun rekening bisnis diklasifikasikan pada beberapa buku besar, seperti buku besar untuk pembelian yang memuat pengeluaran dan pembelian barang yang begitu banyak, misalnya untuk pembelian persediaan, buku besar upah dan gaji, dan sebagainya. Akun-akun pada rekening buku besar tersebut dibutuhkan sebagai salah satu faktor dalam menentukan kondisi akhir dari bisnis mereka apakah laba atau rugi. Dan dengan menjadikan akun-akun dalam buku besar sebagai bahan untuk menganalisis apakah mereka telah mempraktikkan bisnis dengan efektif dan efesien maka mereka dapat menyimpulkan sesuatu dalam konteks manajemen akuntansi biaya. Analisis dari akun-akun ini bersifat sangat mendalam agar mereka mengetahui bagaimana keuntungan atau kerugian bisa mereka alami dan dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan mengenai biaya yang akan dikeluarkan dikemudian hari.

Fungsi Akuntansi Biaya

Fungsi utama dari akuntansi biaya adalah untuk memastikan dan mencatat biaya sebenarnya dari setiap pekerjaan atau unit produk yang diproduksi. Dalam hal memastikan pencatatan biaya dilakukan secara tepat dan efektif dalam sebuah sistem, diharapkan agar dilakukan beberapa fungsi tambahan sebagai berikut:

  1. Biaya dasar dari sebuah produk dikeluarkan secara efektif agar harga jual bisa diperbaiki. 
  2. Keuntungan yang di dapat dari departemen yang berbeda seperti pendapatan dalam penjualan sisa barang tak terpakai dalam produksi agar dapat dideteksi dengan jelas sehingga memungkinkan produsen menekan harga jual demi memenangkan persaingan pasar. 
  3. Biaya yang dikeluarkan selama satu periode untuk sebuah produksi agar dapat diketahui secara pasti sebagai bahan perbandingan untuk periode yang berbeda, standar kerja yang ditetapkan diikuti secara baik demi efektifitas dan efesiensi biaya, dan kerugian aktual tenaga kerja atau bahan diungkapkan agar dapat diperbaiki.
  4. Persediaan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi tercatat secara pasti dan dipelihara. 
  5. Biaya sebagai sebuah dasar untuk memperbaiki harga – Tanpa pengetahuan yang akurat tentang biaya, harga yang ditetapkan untuk sebuah produk tidak dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal dan sangat memungkinkan perusahaan mengalami kerugian. Sebuah harga berdasarkan dugaan atau “pengalaman praktis” hampir bisa dipastikan menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah.
  6. Disatu sisi harga yang terlalu tinggi yang ditetapkan tanpa perhitungan biaya yang tepat tentu akan merugikan pelanggan dan disisi lain juga menguntungkan kompetitornya. 
  7. Biaya sebagai indikator untuk memperoleh keuntungan – Produsen yang tidak menjaga catatan biaya secara akurat kadang-kadang memproduksi sebuah produk secara berlebiahn atau tidak mencukupi.
  8. Sistem biaya sebagai sebuah bantuan untuk efisiensi. Tidak ada standar mutlak pengukuran, termasuk akuntansi biaya yang diharapkan dapat memberikan catatan tanpa kekeliruan sedikitpunNamun demikian akuntansi biaya juga tidak bisa dipandang sebelah mata sebagai salah satu sistem yang membantu dalam hal memberikan informasi demi efesiensi sebuah perusahaan.

      Leave a Comment

      Your email address will not be published. Required fields are marked *